Saat ku ketahui ternyata hari telah berganti malam. Suasana menjadi dingin, lembab, dan aku pun mulai menggigil tak karuan. Ku langkahkan kakiku menuju pintu yang penuh dengan bayang-bayang semu seolah mengatakan,"hayoo...ngeleh to kowe (bahasa jawa : hayoo..kamu lapar)". Memang ku akui itu aku mulai merasa lapar dan jiwa ku mulai memberontak. Aku berteriak seakan tak suka dengan keadaanku sekarang yang mulai kelaparan. "AAAAAAAAARRRRRRGGGGGHHHHHHH" ... "TEBLAK!!!!!! JDUK!!!". "Ouwh...sakitnya kepalaku ketiban ciduk." Beberapa detik kemudian Ibuku memanggilku dan........ berkata,"Nduug..Jangan triak-triak, berisik.Tak uncali ciduk neh lho!"
-Tamat-
-Tamat-

0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Saya tidak segan-segan menghapus komentar yang mengandung unsur SARA, Spam, serta kata kasar dari anda.